Sunday, 17 April 2011

Wall Facebook

Berangkat dari sebuah posting teman saya di facebook yang kurang lebih berisi “kenapa ya, di facebook kok dinamakan wall/dinding?”

Pertanyaan ini menarik saya untuk berkomentar. Kenapa dinding? Menurut saya ada empat hipotesa yang mirip dengan jawaban pertanyaan di atas.

Pertama, mungkin karena dinding adalah media corat-coret oleh manusia pada awal zaman sejarah. Manusia purba pasca era nomaden dulu tinggalnya di gua (ini menjadi alasan kenapa bukti-bukti arkeologi banyak dijumpai di gua-gua seluruh dunia). Di dalam gua, mereka menghias dinding tempat tinggal mereka dengan tulisan tangan/cap tangan/gambar-gambar hewan.

Kedua, di era modern, saya sering mendengar anak kecil tetangga (atau bahkan ibu saya yang bercerita) gemar mencoret-coret tembok dengan kapur atau alat tulis lainnya. Berdasarkan teori psikologi, masa kanak-kanak awal, rasa ingin tahu dan kreativitas membuat mereka senang berekspresi dalam bentuk tulisan. Jika hal ini tidak direspon orang tua dengan media yang lebih sesuai seperti kertas gambar, meraka akan mencari media lain yang memungkinkan seperti dinding rumah, lemari, atau pintu.

Ketiga, pernahkah Anda mendengar mengenai tembok ratapan?

Tembok Ratapan adalah tempat yang penting dan dianggap suci oleh orang Yahudi maupun Muslim. Ini adalah sisa dinding Bait Suci di Yerusalem yang dibangun oleh Raja Salomo (Sulaiman), putra Daud. Bait Suci itu hancur ketika Israel diserbu tentara Romawi pada tahun 70 Masehi.

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, tetapi kini disebut "Tembok Ratapan" karena di situ orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu.

Bagi umat Muslim, dinding ini juga merupakan bagian dari dasar Masjidil Aqsa dan Masjidil Omar (Arab: قبة الصخرة Qubbat As-Sakhrah), serta diyakini sebagai gerbang tempat berangkatnya Nabi Muhammad s.a.w. dari Yerusalem ke surga (mi'raj) dengan mengendarai Buraq.

Saat ini, tembok ratapan itu bernama “dinding facebook”. Tidak perlu saya jelaskan kenapa, karena jika saya jelaskan hal ini makin menyakiti dan menyindir diri saya sendiri secara terang-terangan. Saya pikir Anda juga.. LoL


Keempat, "Tulisan di dinding", merupakan sebuah frasa idiomatik yang melambangkan nasib buruk yang pasti akan segera datang. Frasa ini bersumber dari Alkitab (Daniel 5:1-31) pada saat sebuah tangan terlihat menuliskan di dinding tentang keruntuhan Kekaisaran Babilonia. Frasa ini sering sekali digunakan di dalam literatur.

Finally, setiap orang bebas berpendapat. Begitupun saya dan Anda. Yang terbaik adalah, kita bertanya langsung kepada Mark Zuckerberg tentang alasan kenapa ia menamai fitur-fitur dalam facebook seperti bagian dalam rumah. Beranda, kotak pesan, dan dinding.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Tembok_Ratapan
http://id.wikipedia.org/wiki/Tulisan_di_dinding#Di_dalam_kitab_Daniel

No comments:

Post a comment