Friday, 1 April 2011

Drama yang Tak Sempat Terpentaskan

JANGAN BERPIKIRAN MACAM-MACAM! ini hanyalah bagian dari presentasi mata kuliah BUDAYA NUSANTARA semester 5. selamat menikmati...

segala karakter dalam drama ini adalah fiktif belaka. apabila ada kesamaan nama, ciri, perasaan, dan sikap, percayalah, tiada kesengajaan dalam pembuatannya.

SCRIPT NUSA TENGGARA TIMUR
JAMASU LOVE STORY PART 2


Gambaran Umum
Kali ini drama kita agak serius dan menyentuh (sad love story). Lebih pake ekspresi dan bantuan lagu2 yang menyentuh. (pasti susah…tapi kita siasati dg narrator kalo ada adegan susah2)
Tokoh dan Penokohan:
Inten : putri inten, anaknya raja, yang sudah jatuh cinta dengan sanda (ceile, hoho, sutradara gak pernah rugi), baik, setia, penurut pada ayahandanya. Selain itu, inten jg jadi penduduk flores yang mirip inten, namanya ratna.
Gugun : raja (bapaknya inten), keras kepala, pemarah, tapi sebenarnya sangat sayang dg putrinya. Selain itu gugun juga jadi penduduk timor yang ntar presentasi ttg keadaan umum. Trus juga jadi kakek2 buat epilog ntar. Penata music jg gun…
Farchan : 1. Figuran yang dijodohkan raja ke putri inten, wataknya baik, mau mengalah ketika tahu inten ternyata hanya mencintai sanda (^^). 2. Cucu1 nya gugun di epilog.
Danny : 1. Penduduk Flores, temannya sanda ntar. 2. Narator 1
Johan : 1. Penduduk Flores. 2. Cucu2.
Ryan : 1. Penduduk Timor. 2. Narrator 2

Prolog:
Setting: adegan pas putri inten mau ngasih mahkota ke sanda pas pemilihan jamasu kemarin. Di slide ditampilin kata “dalam episode sebelumnya…”
Putri inten akhirnya menemukan pasangan hidupnya. Sanda, Seorang hulubalang yang tidak punya jabatan yang patut dibanggakan. Namun, putri inten mencintainya sepenuh hati karena budi pekertinya yang luhur. Ia berniat memperkenalkan kepada ayahandanya untuk memohon restu agar segera dinikahkan.
Rupa-rupanya raja tidak berkenan putrinya dinikahi seorang hulubalang. Ia inginkan agar putrinya menikah dengan yang sederajat demi masa depan putrinya. Raja pun memaksa agar putri membatalkan rencananya dan menikah dengan salah satu pangeran yang banyak melamarnya…

Dialog part 1
Lokasi: kerajaan putri inten
Inten : ayahanda, saya sudah menemukan pendamping hidupku… saya hendak mohon doa restu untuk segera kau nikahkan.
Raja : Wah, sayang sekali pangeran Farchan, engkau tidak datang tepat waktu. Ternyata putriku sudah punya pilihan hatinya. siapakah dia putriku? Dia pasti hebat telah menaklukkan hatimu. Pertemukan dia denganku.
Inten : tentu ayah. Pasti engkau akan terkesan dengan keluhuran budinya. (ke pintu manggil sanda). Ini dia ayah.
Sanda : (datang dan cium tangan raja lalu ia duduk di bawah)
Raja : hei jangan bertingkah seolah pembantu!, duduklah di atas wahai anak muda. Kau adalah calon menantuku. Baiklah, perkenalkan dirimu, dimana letak kerajaanmu, seluas apa kekuasaanmu, dan hal2 membanggakan lainnya yang kau punya.
Sanda : (bingung, menatap inten seolah bertanya “apa yang harus kukatakan?”)
Inten : katakan sejujurnya sayangku… ayahku sangat baik dan sangat menyayangiku. Jika aku menyayangimu apa adanya, pasti ayah juga akan melakukan hal yang sama kepadamu.
Sanda : er, saya sanda paduka. Saya adalah seorang hulubalang di kerajaan Padjajaran. Saya tidak punya banyak hal yang patut dibanggakan.
Raja : hahahah, dia benar2 rendah hati seperti yang kau katakan putriku. Bagus. Saya terkesan dengan sikapnya. Pasti ia merendah untuk menutupi kehebatannya.
Inten : tidak ayah, ia berkata sebenarnya. Dia memang seorang rakyat biasa, tapi aku sangat menyayanginya ayah.
Raja : (berkacak pinggang) apa? Apa aku tidak salah dengar? Dia? Rakyat biasa? Yang benar saja!!!
Sanda : benar paduka. Saya memang orang biasa, tapi saya mencintai putri dengan seluruh jiwa raga saya. Tak akan saya biarkan sedetikpun tuan putri bersedih bersama saya. Saya mohon paduka, restuilah hubungan kami.
Raja : tidak bisa!!!!sampai mati pun aku tak akan sudi putriku dinikahi pembantu hina sepertimu. (mendorong sanda)
Inten : ayah, bagaimanapun caranya, saya hanya mau dan mampu menikah dengannya..
Raja : diam kau!! (sambil akan menampar putri)
Inten : (menangis tersedu-sedu) baiklah ayah, tampar saya jika itu memuaskan egomu.engkau selalu berkata ingin yang terbaik untuk putrimu. Kenyataannya?? (dengan nada tinggi)
Raja : tahu apa engkau soal yang terbaik? Saya memikirkan masa depanmu… (raja pingsan kena serangan jantung)
Sanda : (sambil diseret2 johan, farchan, n dany, sampe luar pintu) paduka, putri anda bahagia bersama saya, berilah saya kesempatan… paduka, putri,…
Narrator: “selama berhari-hari raja masih belum siuman, selama itu putri inten dihadapkan dilematis yang berat, dan selama itu pula sanda berjaga di luar ruangan menanti kabar dari raja maupun putri. Lalu farchan, pangeran yang dijodohkan raja dengan putri inten, datang menemuinya”
Farchan : san, sebaiknya engkau meninggalkan tempat ini sampai keadaan membaik.
Sanda : apa maksudmu? Kau kan berniat meminang tuan putri, pasti kau ingin aku pergi agar bisa perlahan-lahan merebut hati inten.
Farchan: bukan begitu kawan, memang aku sangat mencintai nya. sejak dulu aku mengenalnya dan merebut perhatiaanya, tapi nampaknya aku tak pernah diperlakukan lebih dari seorang teman olehnya. Inten seorang yang baik, aku juga tak tega melihatnya terus2an bersedih seperti ini.
Sanda : lantas, apa rencanamu?
Farchan : raja kan marah karena engkau bukan apa2, bagaimana kalau engkau bertualang mencari kekuasaan dulu dan kembalilah saat kau sudah menjadi raja. Selama itu, aku akan menjaga raja dan putri inten untukmu.
Sanda :bagaimana kalau ternyata inten jatuh cinta kepadamu/orang lain selama ku pergi?
Farchan : ya… itu berarti sudah rejekiku. Hehe..
Sanda : aargh sial kau!
Farchan: haha, nggak kok, saya tahu, cintanya padamu tulus, dan cinta yang tulus tak akan lekang oleh jarak dan waktu. Ini, temuilah teman2 saya di daerah timur, mereka akan mengajarimu budaya local dan membantumu jadi raja di sana.
Narator: akhirnya, sanda berangkat bertualang meraih cita cintanya ke arah timur pulau jawa. Berbulan2 ia berjalan,Sampailah di sebuah kepulauan dan ia bertemu dengan penduduk2 lokal. Dengan cepat ia beradaptasi dan diterima oleh penduduk local. Di sana ia bertemu dengan pemimpin suku lokal dan menceritakan maksud dan kisah cintanya. Dengan kebaikan dan keterbukaan budaya timur di seluruh bumi pertiwi, tiap orang menerimanya dg sangat baik.
Johan : wah, bung, kalo anda ingin menjadi pemimpin kami, suku flores, anda harus memahami budaya kami.
Sanda : bisakah anda mengajari saya?
Johan : tentu, (johan njelasin wilayah geografis, tsunami flores, penduduk, mata pencaharian, agama). Nah kalo untuk seni kuliner, lebih baik putri saya yang njelasin. Ratna, sini nak, tolong jelaskan tentang kuliner dan produk budaya khas flores.
Ratna : baik ayah… (keluar dari dalam kamar)
Sanda : Inten???
Johan : Namanya ratna..
Sanda : bukan, dia inten. Oh inten, akhirnya tuhan mempertemukan kita. Selama berbulan-bulan hidupku hampa, dengan menatap wajahmu sekali saja, hilang semua sedihku. Oh pujaan hatiku,
Johan : apa sih? Saya nggak ngerti.
Danny : he cak, sampean iku pendatang, ojo ngisruh ae talah.. ratna ini istriku. Sudah 4 tahun kami menikah. Ngelantur sih boleh saja, tapi ya jangan ganggu istri orang. Saya paham, anda sudah berbulan-bulan tidak bertemu inten dan sudah sangat rindu padanya.
Sanda : tapi dia benar-benar mirip.
Danny : sadarlah, anda berhalusinasi!! Inten pasti cantik kalau ia mirip ratna istriku.
Sanda : benar sekali,dia..
Ratna : sudah bapak2. Kapan nih giliran saya ngomong?
Sanda n danny : hehe, silahkan cinta…
Danny : oooo, koplak koe… (sambil bercanda)
Ratna : mulai presentasi… Kuliner, seni tari, music, dll. (diiringi music romantic, cos sanda n danny memandangi sambil melamun). Suamiku, sekarang giliranmu… (nunjuk ke danny)
Danny : baiklah, sekarang saya mau cerita soal kebudayaan khas dan perkawinan adat flores. (improve ya dan!! Yes you can!! Haha,)
Narrator:
“sanda belajar dengan sangat cepat saking inginnya ia kembali menemui putri inten sebagai raja. Hanya beberapa minggu ia sudah menguasai kebudayaan flores, mulai tariannya, seni kuliner, dan produk2 budaya lainnya. Dengan cepat pula ia mampu menarik dukungan masyarakat flores. Ia pun didaulat jadi pemimpin adat di sana. Lalu, ia meneruskan perjalanannya ke timur lagi, ke arah pulau timor dengan penduduknya yang disebut suku timor. Sama seperti di flores, ia disambut dengan sangat baik oleh masyarakat di sana.”
Alurnya sama kayak flores.
Gugun : anda datang ke orang yang tepat. Tiada orang lain yang lebih mengetahui budaya timor selain saya yang sejak lahir tinggal di pulau ini. (dengan dandanan tetap kebapakan). Ok, secara umum timor itu adalah bla33x.
Ryan : saya akan melengkapi pengetahuan anda tentang produk budaya Timor. Bla3x. tapi, kalau tidak salah, sudah tiga tahun lebih anda meninggalkan putri inten tanpa tahu kabar masing2. Bagaimana kalau ia ternyata sudah menikah dengan orang lain ketika anda berjuang di sini?
Sanda : tak pernah terbersit sedikit pun keraguanku akan ketulusan cintanya padaku.
Ryan : bagaimana anda tahu?
Sanda : hatiku berkata demikian.
Ryan : hemm, anak muda. Betapa sering saya melihat muda-mudi jatuh cinta, tapi tetap saja ada kemungkinan kenyataan berbeda dengan apa yang anda harapkan.
Sanda : terima kasih pak atas nasehatnya. Saya siap untuk pulang dan menemui cita cinta saya.
Ryan : saya suka semangatmu!!! Sebelum itu, untuk memastikan kau sudah menguasai budaya Flores dan Timor, jawablah pertanyaan2 dari orang2 yang ingin bertanya ini. (yap, audiens, 5 pertanyaan, tentang flores n timor, dijawab sanda semua, tapi tetep bantuin mikir ya teman2)
Narrator: lalu sanda pun pulang menuju kerajaan putri inten. Sesampainya Di depan kerajaan…
Farchan : hoi, sand, sudahkah kau siap untuk kembali melamar putri inten? Dia menitipkan ini untukmu…

Ku tetap kan menunggumu

Ku tetap kan menunggumu
Walau apapun berlaku
Ku tetap kan bersamamu
Hanya waktu yang berlalu

Kuimpikan dikau slalu
Hanya itu yang ku mampu
Masih terasa sentuhmu
Kapan lagi kan bertemu

Ku berjanji kan selalu
Di sampingmu walau jauh
Jauh ke ujung dunia ini
Ku tetap kan menunggumu

Jangan bimbang jangan ragu
Kau tetap bintang hatiku
Kekal sehingga akhir hayatku
Ku tetapkan menunggu
Ku tetapkan menunggu
Menunggumu…

Inten

Epilog:
Kakek Gugun : begitulah cucuku akhir ceritanya.
Cucu1 : aku belum jelas kakek, akhir ceritanya…
Cucu2 : iya kek, saya juga. Apakah puteri dan pangeran sanda akhirnya hidup bahagia selamanya?
Kakek Gugun : itu surat yang ditulis sang puteri sebelum ia meninggal.
Cucu1 : oooo, tragis sekali kisahnya… bahkan sang pangeran belum sempat bertemu dg sang puteri.
Cucu2 : sepertinya dari tadi kakek sangat menghayati ceritanya… siapakah puteri inten dan pangeran sanda itu? Kok mirip nama ayah ya?
Sanda : ayo, sudah sore, waktunya kalian mandi. Saya laporkan bunda lho kalian nanti..
Cucu1,2: bentar lah yaah, ceritanya kakek tinggal sedikit. nanggung nih.
Sanda : buun, nih mereka nggak mau mandi..
Fika : nak, ayo mandi.
Cucu1,2: yaaaaah, besok dilanjut lagi ya kek ceritanya,,, (pergi ke ibunya=fika)
Kakek : maafkan saya...
Sanda : sudahlah ayah, dia sudah tenang di sana. Apalagi kalau dia tahu bahwa cintaku padanya tak pernah berkurang sedikitpun sampai detik ini.

Epilog
Putri inten meninggal sebelum sempat bertemu dengan pangeran sanda. Raja lah yang paling merasa bersalah atas meninggalnya putri semata wayangnya itu. Ia lalu mengangkat sanda sebagai anaknya dan tinggal di istana. Ia kini mencintai sanda seperti mencintai putrinya sendiri.


mungkin teman2 pembaca agak bingung ya.. sedang diusahakan u/ mencari script JAMASU LOVE STORY part 1. coming soon.. ^^

No comments:

Post a comment