Tuesday, 23 August 2016

Visit Bantul: Menikmati Pentol Bakso di Kebun Buah Mangunan



Kalau jaman dulu jargon wisata Indonesia era 2013 di iklan-iklannya adalah: “Wonderful Indonesia: Feeling is Believing”, nampaknya sekarang sudah tidak relevan lagi. Wisatawan (nasional) pada umumnya lebih senang berburu tempat-tempat yang selfie-able daripada tempat-tempat tenang yang memberikan kepuasan batin. Feeling itu nomer sekian ya, yang penting eksis. Level pencapaiannya dihitung dari seberapa banyak jumlah jempol dan komentar di media sosial sehingga foto terbaiklah yang dicari. Hal ini mendorong tumbuh pesatnya lokasi-lokasi wisata yang ikonik dan meninggalkan lokasi wisata yang terlalu mainstream di masa lampau.
gerombolan selfie hunter
Mungkin secara usia saya sudah termasuk generasi selfie hunter itu (sok muda sih oom ini :) ), tetapi soal selera, saya masih lebih menyukai tempat sepi yang menentramkan hati sebagaimana generasi wisatawan jaman dulu.

setapak yang bagus
Di Kebun Buah Mangunan, tempat yang sedang hits di media sosial adalah gardu pandang tempat para muda mudi berfoto rame-rame dengan pemandangan kali oya dan perbukitan imogiri yang diselimuti kabut. Tetapi, saya lebih menikmati setiap gigitan pentol panas bumbu kacang pedas di salah satu rumah pohon yang banyak disediakan di Kebun Buah Mangunan. Hawa dingin pagi hari menambah kenikmatan seporsi plastik pentol bakso yang hanya Rp 5000 itu.

Di tempat ini, pengelolaannya relatif sangat baik. Papan penunjuk jalan yang banyak, jalanan yang bagus sampai puncak, serta parkiran yang cukup baik bagi roda 4 maupun roda 2. Jika Anda membawa kendaraan roda 4, Anda masih perlu berjalan sekitar 1 km lagi untuk sampai di puncak, tetapi kalau naik mtor, cukup berjalan beberapa puluh meter saja.

owl park, masih bobok di kandang owl nya
Terdapat banyak warung kopi dan makanan berat sebagai sarapan usai mengamati kabut yang perlahan naik. Ada juga owl park yang sayang sekali saat saya kesana owl nya masih belum dikeluarkan dari kandang, serta berbagai fasilitas umum lainnya seperti mushola, bangsal tempat menginap bagi backpacker, dan sarana MCK.

Yang disayangkan, tak seperti namanya, saya kesulitan menemui buah-buahan di sana. Rumah kacanya pun tampak tak terawat. Padahal semestinya pengelola mengatur jenis tanaman agar meski satu jenis buah sedang tak berbuah musim ini, tetapi masih ada buah lainnya. Sehingga selain wisata sunrise, pengunjung masih bisa memetik buah sebagai pengalaman lengkap yang tak terlupakan. Seperti kusuma agrowisata di kota batu yang meski terkenal dengan apel hijaunya, tetapi ketika sedang tidak musim apel, agrowisata masih menyediakan “wahana” memetik buah lainnya seperti jambu, strawberry, jeruk, dan buah naga.   

Secara keseluruhan, saya masih sangat terngiang-ngiang dengan aroma saus kacang pentol bakso di Kebun Buah ini. Layak dicoba sambil menanti matahari terbit.
 
Author’s Note:

*Mangunan adalah desa wisata yang punya banyak lokasi wisata menarik. Perhitungkan waktu Anda agar bisa menang banyak. Baiknya sih, kita ngga terlalu lama mengunjungi satu tempat lalu segera beranjak ke tempat yang lain.

*Coba rute ini dalam sehari: Kebun Buah Mangunan (5 am), Watu Langit (8 am), Hutan Pinus Dlingo (9 am), Goa Gajah dan Tebing Watu Mabur (10.30 am). 
Welcome, beautiful
feeling nya di rumah pohon sana, sambil maem pentol bakso
Sayangnya, abang penjualnya ngga kefoto.. *fokus makan aja*

No comments:

Post a Comment