Wednesday, 1 May 2013

(Diklat) Denpasar Dalam Lagu Perjuangan

Penerbangan Juanda-Ngurah Rai hanya ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih  45 menit. Singkat sekali, bahkan Saya belum sempat mengantuk.

Berbekal sebuah alamat “Balai Diklat Industri, Jalan Wanasegara, Kuta” kami memilih naik taksi untuk faktor keamanan mengingat tak ada satupun dari kami yang tahu dimana lokasi tersebut. Tak tahunya, hanya 10 menit dari bandara. IDR 50rb pun melayang sia-sia.

Registrasi diklat baru pukul 17 WITA tapi pukul 9 WIB (alamak, jam HP saya tidak berubah otomatis!) kami sudah sampai. Jadi, kami putuskan untuk jalan-jalan. Kabarnya lokasi ini dekat pantai Kuta (logis kan ya, alamatnya saja di Kuta). Nyatanya, kami masih harus jalan kaki menyusuri pantai yang kelewat panas tak kurang dari 1,5 km. Belum mulai pendidikannya tapi kaki sudah linu semua, badan pun belang membentuk kaos.  

Pekan pertama diklat, dan mulailah romantisme menyebar di masing-masing peleton/ kelas baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis (sebagian besar bercanda, percayalah). 

Mendadak Atambua dan Kepala Balai menjadi sangat populer. Menyusul kemudian Quick Count, Gulat, Om Fendi, dan Udin mewarnai hari-hari kelas, yang jujur saja, tanpa itu semua pasti sangat membosankan.

Tiada yang lebih dinanti daripada pesiar di hari minggu. Tiap orang meluncur sendiri-sendiri  dengan rencana di kepala masing-masing. Sampai habis pesiar minggu kedua dan kami baru menyadari bahwa pekan depan ini adalah pekan ujian. Artinya, setelah ujian kami harus berpisah, kembali ke rutinitas kerja yang- ehem- begitulah.

Senang berkenalan dengan kalian. Sukses dan Sampai jumpa dalam diklat lain yang lebih menyenangkan!


Kuta Beach wolcomes us!
BDI

pesiar-pesiar! uluwatu.

padang-padang

kebalik bro! biarin. ini nih peleton satu

salah satu diskusi. apapun diskusinya,
hasilnya mesti gambar the simpson kalo sama Komang

kegantengan meningkat 12,37% kalau pakai hitam putih berdasi

nanang, didi, gian (trio macan, bener kan Nang?)

(yg diangkat) Kepala Balai, Bejita, Sarung Tinju, Pantat Bayi, ah banyak kali 

setelah ujian hari kedua, muka good governance semua!

Om Fendi (paling kanan). Sejauh ini belum menjatuhkan pilihan
entah ke Radit, Dewa, Wiria, Afan, Nanang, atau Komang
Lagu-lagu perjuangan:
Oiya, berikut ini beberapa lagu yang harus dinyanyikan saat lari pagi sebelum subuh. Liriknya mantap  (baca: galau, pas buat saya, haha).

IKAN SEMBILANG 

Ikan Sembilang, Ikan Sembilang dipotong-potong, huh hu ha!
Tujuh Lapangan, Tujuh Lapangan diparang-parang, huh hu ha!
Jikalau Nona, Jikalau Nona hati kecewa, huh hu ha!
Bungkus Pakaian, Bungkus Pakaian loncat jendela, huh hu ha!

Hey Nona, beta dengar kau mau pulang, ya pulang aja
emang gue pikirin!
Hey Nona, beta dengar kau mau kawin, ya kawin aja
gue cari yang lain!

Kalaulah begitu, kalaulah begitu,
kembalikan baju biru kebanggaanku, huh hu ha!

PAK GENDUT

Pak Gendut ikut prajabatan
Pak Gendut ikut prajabatan
Lari pagi tiap hari, jalan jongkok setengah mati
Pak Gendut, Kurus lagi
Pak Gendut, sekarang kurus
Pak Gendut, sekarang kurus
Makan bakmi tiap pagi, makan bakso sore hari
Pak Gendut, Gemuk lagi

GADIS AYU

Hey kamu, memang gadis ayu, sayang
Mengapa dulu, kau bilang I Love You kepadaku
Tapi sekarang, kau diam membisu, sayang
Setelah tahu apa profesiku (isi terserah, misal “tukang sapu”)
Tega nian, kau tinggalkan aku, sayang
Setelah dapat, gebetan yang baru
Memang uang, punya peranan penting sayang
Hingga cintaku, kau buat mainan
Hey hey hey hey hey hey, hey gadis jaman sekarang
Rata-rata, mata duitan!
Hey hey hey hey hey hey, hey gadis jaman sekarang
Rata-rata, salah pergaulan!

CITA-CITAKU

Dulu, aku bercita-cita menjadi, seorang pegawai Negeri
berdiri, tegak gagah perkasa, tunaikan, tugas yang mulia

Kini aku sedang ditempa
Dalam diklat perajabatan
Lupa kawan lupa saudara
Lupakan saja semuanya
Saya tahan sakit-sakit sampai masuk rumah sakit
Saya tahan menderita siang malam ku ditempa
Kalau diriku ditempa hatiku selalu gembira
Gembira-gembira selamanya

Bergembira, senantiasa
Selalu gembira
Lupakan lah rasa susah
Sejauh-jauhnya (Jauh-jauh)
Rasa sedih, rasa susah
Tak ada gunanya
Berlatih dengan gembira
Siswa bermental baja

SAYA TUNGGU ENGKAU

Saya Tunggu Engkau, Saya Tunggu Engkau
Rupanya Engkau forget to me
Saya Tunggu Engkau, Saya Tunggu Engkau
Rupanya Engkau forget to me

Rambateratahayu tarik tambang, hey hey
Di sini aku jadi tambah senang

Andai aku burung, aku akan terbang, satu minggu lagi pendidikan usai!
Bangun pagi-pagi menuju lapangan diklat
Untuk mengikuti latian perajabatan
Tak tahan rasanya ingin segera pulang
Pendidikan belum usai

Mau makan jalan jongkok, habis makan lompat kodok
Dicaci dimaki dan dibentak-bentak
Wahai pelatihku betapa kejam dirimu
Wahai pelatihku betapa jeli matamu
Andai engkau tahu apa isi hatiku
Kucinta padamu
Kusayang padamu
Kubilang I Love You

MINGGIR DONG!

Minggir Dong, Minggir Dong, Minggir Dong
Siswa Prajabatan mau lewat
Jangan di tengah-tengah nanti terinjak-injak
Minggir Dong, Minggir Dong, Minggir Dong
Mau marah, silahkan
Mau dongkol, silahkan
Asal jangan kau putuskan cintaku!
Aku sabar menunggu, sampai hilang marahmu,
Minggu pagi, aku apel ke rumahmu…

*) mohon koreksinya, masalahnya, lagunya tidak dicatat, hanya didengar dan diingat.

1 comment:

  1. wah mantap bro..
    aku jdi ingat masa PASKIBRA dulu
    tpi lirix versi PASKIBRA

    ReplyDelete