Monday, 4 February 2019

Madang di Padang - Benarkah Rendang Makanan Terenak Sedunia?

Sejak 2011 - 2017, CNN selalu menobatkan rendang di pemuncak daftar World 50's Best Foods. Sebenarnya saya ragu terhadap artikel -yang memperoleh data dari poling di sosial media terhadap 35.000 responden tersebut-  setidaknya untuk dua hal. Pertama, Indonesia terkenal memiliki jumlah netizen yang sangat besar dan fanatik (terutama medsos), jadi kalau ada poling-polingan gitu, kebanyakan orang Indonesia bakal pilih masakan Indonesia dulu lah ya. Kedua, selama ini saya makan rendang/ masakan padang di Jakarta atau bagian Jawa yang lain kok rasanya tidak sefantastis predikat "nomor satu dunia" ya? Enak sih, tapi ya bukan enak banget, biasa aja gitu.
Hingga akhirnya saya berkesempatan menikmati masakan Padang, di seantero Sumatera Barat! Dan ya, saya setuju dengan CNN: Rendang, khususnya, dan masakan rumah makan padang pada umumnya itu confirmed enak banget. Nggak cuma cita rasa di lidah sebenarnya yang membuat masakan Padang istimewa tetapi banyak faktor yang mendukung makanan dari bumi minang ini layak jadi Best Food on Earth. Apa saja? Check this out...
Ngga cuma rendang yang enak, bahkan mi rebus doang di Sumbar,
rasanya masih terngiang-ngiang...


1. Pemandangan-Yang-Memanjakan

Pernahkah kalian merasa, ada beberapa tempat di muka bumi ini yang semua-muanya indah? Lombok (hampir semua pulau) dan Gunungkidul  adalah salah duanya. Semua tempat kok kelihatannya kalau nggak bagus ya bagus banget.

Welcome to the club, Sumatera Barat. Ya, bahkan sejak di atas langit di dalam pesawat tampak gugusan pulau kecil, daratan yang bergunung-gunung, dan rimbun pepohonan bagaikan karpet sholat di masjid. Ademmm. Dari Bandara Internasional Minangkabau di Padang Panjang ke arah kota Padang, kita akan menjumpai  kota yang tidak terlalu padat dengan garis pantai yang panjang di sebelah kanan. Deretan warung tenda di sepanjang Pantai di Kota Padang menjajakan aneka seafood dan bakarannya membuat siapapun yang lewat, ingin mampir dan menikmati ikan bakar tangkapan pagi tadi. Selepas garis pantai, kita juga bisa menjumpai deretan perbukitan yang memisahkan satu pantai dengan pantai lainnya di Kota Padang.

Laper mulu ngga kalau pemandangan jendela Anda seperti ini?
Selain Padang, daerah lainnya juga tak kalah menariknya. Bukittinggi, Padang Panjang, Agam, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Sawahlunto, Pasaman, dan Solok sebagian besar didominasi warna kuning dan coklat di peta yang berarti sebagian besar Sumatera Barat berada di ketinggian. It was such a breathtaking sceneries everywhere. Coba Anda buktikan, Sambil makan, sambil lihat pemandangan yang bagus di kanan kiri. Rasanya pasti lebih nikmat.


2. Masakan Sedap Penuh Bumbu dan Dimasak dengan Sepenuh Hati

Meskipun secara visual bumbu masakan Minang tampak sangat "tumpah-tumpah", tapi semuanya terasa pas. Not too salty, not too sweet, not too sour, not too spicy. Simply delicious. From the first bite, we already know that all the food served in our table cooked with the warmest heart.

Jika mau googling sedikit, ternyata tak sedikit yang menyebutkan bahwa makanan Minang memang dimasak berjam-jam. Perfection.
Meski kelihatan seperti ordinary-ikan-bakar, tapi ini enak banget, serius
@resto malin, Pantai Air Manis

3. Cuaca Bikin Lapar Terus

Dengan kontur wilayah yang didominasi oleh dataran tinggi, cuaca di sebagian besar Sumatera Barat relatif lebih sejuk dibanding Indonesia pada umumnya. Dengan refleks, Anda akan terus menerus mengunyah di sepanjang perjalanan. Meskipun demikian, ketika Anda sampai di rumah makan, don't feel guilty if you ask the rice twice.

Apalagi jika Anda berada di Switzerland nya Indonesia, Bukittinggi, wisata kuliner adalah kewajiban yang harus ditunaikan mengingat perut yang selalu keroncongan. Di tempat ini, saya yang tidak terbiasa makan larut malam, selalu "menyempatkan" makan besar sebelum tidur. Apalagi layanan ojek makanan online sudah jamak di Kota ini. Yess...


4. Musik Yang Meneduhkan

What is the relation between music and starvation? Nothing i guess. But it contrary happened in West Sumatera. By hearing the serene sound of nature in the mesmerizing mountainous West Sumatera, I always end my journey in a restaurant. Moreover, by enjoying the sirenic instrument of folk Minangkabau song, we will not realize that we have more than 3 times visited Minang Restaurants.

5. Bersahabat Di Kantong

Last but not least, Jangan bandingkan Indonesia dengan Negara lain, sudah pasti Indonesia segala-galanya lebih murah dibandingkan mostly countries in the world. So, para turis asing pasti senang sekali makan di negara kita.

Bagaimana dengan turis lokal? Apakah harga makanan di Sumatera Barat mahal? No at all. Awalnya saya berpikir makanan ikonik yang sudah sangat sering muncul di food youtube chanel macam RM Padang di depan jam gadang, resto malin di Pantai Air Manis, etc pastinya sangat mahal. Ternyata tidak. Untuk makanan mewah di tempat mewah seperti itu saya rata-rata hanya menghabiskan sekitar 20.000an saja. It was an amount that worth to try even for a super low budget backpacker. But it wiser asking the price first to make sure you eat in the right place.

RM Minang di depan jam gadang, bertiga hanya habis 60ribu
Di tempat wisata saja harganya tidak terlalu mahal, apalagi yang di pinggir jalan? Dan tenang, nikmatnya juga tak kalah dibandingkan makanan yang sudah terkenal dan direview banyak orang. Di tulisan berikutnya (insyaAllah) saya akan membahas beberapa tempat makan ikonik beserta rincian harga seporsi di seantero Sumbar.

No comments:

Post a comment