Wednesday, 17 January 2018

Umroh Backpacker: City Tour Madinah

Sebagian orang berpikiran, “Ngapain jauh-jauh ke Haramain tapi malah tour kemana-mana? Mana ada kesempatan buat menghabiskan waktu berlama-lama di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram kalau ittinerary nya padat bener dari hari pertama sampai terakhir?”

Saya awalnya berpikiran seperti itu juga. Namun ternyata, ada beberapa alasan yang membuat Anda tak perlu khawatir mengikuti City Tour ketika umroh.
Yakinlah, ini adalah destinasi bernama "kebun kurma"

Pertama, hampir semua jadwal tour dibuat agar tidak menabrak waktu sholat fardhu. Umumnya, tour di masing-masing objek diberi waktu kurang dari satu jam. Dengan berangkat pukul 8 pagi, pukul 11 atau 12 siang kita sudah bisa kembali ke penginapan untuk bersiap-siap sholat dzuhur. Sehingga kita tetap masih bisa membidik pahala rakaat x1.000 rakaat di Masjid Nabawi atau x100.000 di Masjidil Haram.

Kedua, lokasi city tour tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Selain dekat, jalanan Saudi terasa lancar dan perjalanan antar tempat rasanya tidak terlalu lama. Baru saja kita naik bus dan belum selesai baca doa safar, mutowif sudah berkata “ya Bapak Ibu, di sebelah kanan adalah masjid Quba, bla bla bla”.

Ketiga, sebagian besar tujuan tour adalah tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan Rosulullah Muhammad SAW. Tempat-tempat yang menyimpan banyak cerita bagaimana Islam dan Al Quran disebarluaskan secara sembunyi-sembunyi dan kemudian terang-terangan sehingga menjadi penerang dan penenang kehidupan seluruh umat manusia dahulu, kini, dan nanti. Dengan mudahnya kini kita menikmati Al Quran dan Sunnah sebagai tanda cinta Allah SWT dan Rosulnya.

Goal dari mendatangi tempat-tempat tersebut adalah untuk membuat rasa cinta kita terhadap Rosulullah Muhammad SAW semakin besar.

Dan inilah tempat-tempat bersejarah yang umumnya dikunjungi dalam paket City Tour di Madinah. Notes: meskipun ada mutowif yang akan menjelaskan secara singkat, tapi alangkah baiknya jika kita menamatkan Buku Siroh Nabawiyah (siapapun penulisnya) dulu sebelum berangkat ke tanah suci agar kita paham, bagaimana kisah Rosulullah dan para sahabat di tempat tersebut.

Museum Asmaul Husna, Museum Al Quran, dan Museum Muhammad SAW

Dimulai dari yang paling deket dengan masjid Nabawi, ketiga museum tersebut terletak persis di luar pagar masjid Nabawi. Saat saya berkunjung ke sana, Museum Muhammad SAW sedang ditutup untuk renovasi sehingga saya hanya berkunjung ke Museum Asmaul Husna dan Museum Al Quran.

Museum Asmaul Husna (Nama resminya: The Beautiful Names of Allah Exhibition) terletak di luar pagar pintu 13 sisi barat masjid Nabawi. Sebelum masuk, saat jumlah pengunjung banyak, kita akan diberi antrian per rombongan untuk menunggu pemandu yang sesuai dengan bahasa sehari-hari. Maksudnya, untuk rombongan yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, akan diberikan pemandu berbahasa melayu yang akan menerangkan setiap bagian di dalam ruangan museum. Museum terbagi ke dalam tiga bagian ruangan. Ruang pertama, berisi tulisan nama-nama Allah yang yang jika direnungi, maka akan menambah rasa cinta kepada-Nya. Nama-nama tersebut antara lain Allah, Al Ghofur, Al Afwu, Al Jawwad, dan lainnya. Ruang Kedua adalah ruang yang berisi tulisan nama-nama Allah yang jika direnungi akan menumbuhkan rasa takut akan kebesaran-Nya. Nama-nama itu misalnya, Asy-Syahid, Ar-Raqib, Al-Qawwy, dan lainnya. Dan ruangan ketiga berisi tulisan nama-nama Allah yang jika direnungi akan menambah pemahaman kita tentang keagungan-Nya. Nama itu misalnya Al-Wahidul Ahad, Al Wahid, Al Aziz, Al-Aly, dll. Selain foto dan tulisan, museum ini juga dilengkapi dengan display video interaktif dan multimedia yang spertinya akan disukai anak-anak.

Museum Al Quran (Nama resminya: The Holy Quran Exhibition) terletak di luar pagar pintu 5 sisi selatan masjid Nabawi. Ada pemandu juga di museum ini. Setelah di Museum Asmaul Husna saya mengikuti rombongan jamaah Indonesia yang ternyata hanya sibuk berfoto-foto di setiap ruangan (dan luar biasa hebohnya), kali ini saya menyusup ke rombongan jamaah Singapura yang mendapat penerjemah berbahasa Inggris. Di situlah saya merasa benar-benar menikmati wisata museum, khidmat dan ngga ada satupun yang foto-foto heboh (mendadak saya jadi malu karena saya yang nyinyir sama kebiasaan jamaah Indonesia, malah gatel-tapi-sungkan pingin ambil gambar di sana, hiks). Museum ini berisi perjalanan bagaimana Al Quran diturunkan, dituliskan, dan dilestarikan sampai saat ini. Ada juga aplikasi-aplikasi multimedia yang bisa kita gunakan untuk belajar.

Makam Baqi

Makam Baqi saat ini terletak di luar pagar masjid Nabawi yang buka pada pagi bakda subuh sampai dengan pukul 9 dan bakda ashar hingga maghrib. Makam ini menjadi spesial karena di tempat inilah dimakamkan kurang lebih 10.000 sahabat utama, keluarga Nabi, serta para syuhada perang Uhud dan Badar. Beberapa nama mulia yang dimakamkan di sini adalah ummahatul mu'minin (Aisyah), Fatimah az Zahra, Ruqoyyah, Ummi Kaltsum, Hafsah, Saudah, dan Khalifah Utsman bin Affan.

Jabal Uhud

"Jabal Uhud menyenangkan kami dan kamipun menyenanginya" (HR Bukhari). Tempat ini adalah lokasi perang Uhud yang legendaris dimana terdapat kisah memilukan kekalahan pasukan muslim akibat ketidaktaatan pasukan pemanah di atas gunung Uhud untuk ikut berebut harta rampasan perang hingga berakibat porak porandanya pasukan muslim dan gugurnya tak kurang dari 70 sahabat termasuk paman Rosulullah SAW, Hamzah bin Mutholib. Saat ini di tempat ini selain Jabal Uhud, terdapat pemakaman dan masjid Uhud.
Jabal Uhud

Masjid Qiblatain (Dua Kiblat)

Dalam satu riwayat disebutkan bahwasannya Rosulullah SAW pernah diundang makan oleh Basyar bin Barra dari Bani Salaman dan ketika waktu dzuhur tiba beliau sholat berjamaah dengan menghadap kiblat ke arah Masjidil Aqso. Ketika sholat berjalan dua rakaat, turunlah ayat keharusan memindahkan arah kiblat ke arah Ka'bah di Makkah. Karena perubahan itu lelaki bertukar tempat dengan tempat kaum wanita. Di dalam masjid ini terdapat dua mihrab yang menghadap selatan (arah Kabah) dan menghadap utara (arah masjidil Aqso).

Masjid Quba

Masjid ini adalah masjid yang pertama yang dibangun oleh Rosulullah Muhammad SAW pada tahun pertama hijriyah. Dalam perjalanan hijrah Nabi ke Madinah, beliau singgah di Quba (5 km tenggara Madinah) selama 4 hari. Sewaktu tiba di tempat ini, unta yang beliau tunggangi duduk di tanah lapang, dan kemudian di sanalah beliau membangun Masjid Quba.

Masjid Quba
Rosulullah Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa yang berwudlu di rumahnya kemudian mendatangi Masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka ia memperoleh pahala seperti mengerjakan umroh" (HR Ahmad, Nasai, Ibnu Najah, dan Hakim). Jadi sebelum berangkat naik bus ke tempat ini pastikan kita sudah berwudhu di hotel terlebih dahulu ya...

Kebun (Toko) Kurma

Saya lebih senang menyebutnya Toko Kurma karena sejatinya jumlah pohon kurmanya hanya sedikit sekali dengan pekarangan berpagar yang tak terlampau luas. Yang luas adalah toko kurma dan parkiran busnya. Di sini pengunjung langsung dibawa masuk ke toko kurma dan oleh-oleh khas arab lainnya (yang bisa diicip sampai kenyang meski tak beli apapun). Apakah kita perlu belanja banyak di sini? Apakah harganya kompetitif di sini? Dimana sebaiknya saya belanja suvenir yang paling "backpacker"? Sst, insyaAllah akan saya tuliskan dalam coretan selanjutnya ya.
Wisata Icip-icip
Yup, banyak sekali tempat bersejarah dan menarik di Madinah. Kota ini benar-benar adem di kulit, adem di hati. Entah kenapa, di Madinah itu rasanya teduuuh bener. I love this city at the first sight. Selain hawanya yang memang lebih dingin dibanding Makkah, mungkin karena bumi Madinah masih menyimpan semangat dan karakteristik kaum Anshor yang sangat welcome terhadap para pendatang umroh dari seluruh dunia.



No comments:

Post a comment