Thursday, 4 January 2018

Umroh Backpacker: Apa dan Bagaimana?

November 2013 silam, di antrian kantor imigrasi Jakarta Selatan, saya punya azzam, "pokoknya stempel pertama di paspor ini harus dari Saudi, buat umroh atau haji. Aamiin"

Tahun demi tahun berlalu dan Allah rupanya baru meridhoi saya berangkat di penghujung Desember 2017 yang lalu melalui rombongan umroh backpacker. Wiih, pas bener ya, pnsbackpacker umrohnya backpacker juga. Sayangnya do'a saya 2013 silam tidak terpenuhi. Perjalanan umroh kemarin qadarullah transit di Kuala Lumpur dulu. Jadi, ada stempel Malaysia dulu sebelum stempel Saudi. Hiks.

Ha? Umroh Backpacker? Naik bus dari satu negara ke negara lain? Tidur di masjid? Makan di warung, minum di toilet? Idih, serem bener... umroh kok backpackeran. 

Eits, ngga gitu juga kali (meskipun kayaknya seru juga ya). Kan umroh itu ibadah, dan bahkan termasuk ibadah yang berat (dari sisi fisik, biaya, waktu cuti, dll), kalau perjalanan dan akomodasinya juga berat, kita bakal kecapekan di jalanan sebelum ibadah di Haramain. Nah, akhir-akhir ini banyak teman-teman yang penasaran seputar umroh backpacker dan akan coba saya sarikan melalui tulisan ini. Akhirnya, semoga semakin banyak tamu Allah yang menemukan inspirasi melalui tulisan ini dan apabila hal tersebut terjadi, jangan lupa sebut saya dan keluarga dalam doa di Raudhah agar kami bisa segera mengunjungi Haramain lagi ya... *ngarep*

Disclaimer:
  1. Penjelasan dalam tulisan ini adalah menurut perspektif saya saja. Mungkin akan berbeda menurut pengalaman orang lain.
  2. Agar tidak terlalu panjang, tulisan lebih detail tentang kejadian-kejadian unik, ittenerary yang lengkap, serta hal-hal menarik lainnya saya tuliskan dalam artikel terpisah lain.

Apa itu umroh backpacker?

Umroh ya... umroh. Serangkain ibadah dari mulai niat umroh, ihram, tawaf, sa'i, sampai dengan tahallul. Sedangkan backpacker adalah istilah untuk seseorang yang melakukan perjalanan dengan budget yang minimal dengan hasil yang maksimal. Jadi, umroh backpacker adalah ibadah yang dilakukan dengan biaya yang lebih rendah daripada ibadah umroh pada umumnya.
Umroh backpacker, atau disingkat Ubepe, adalah brand yang dipakai oleh PT Kafilah Akbar Indonesia yang beralamat di Jl. Cemerlang No 144 Jatibening Baru Pondok Gede - Bekasi. Adapun orang-orang yang kerap saya hubungi dalam mengurus perjalanan umroh kemarin adalah Mbak Sari Aulia (0856 9123 3023) dan Mas Hafidz (0878 2216 2165, fb: Hafidz Ubepe)

Berapa biaya umroh backpacker?

Nah, ini nih kebiasaan orang Indonesia. Setiap kali ketemu jamaah Indonesia di Saudi, pertanyaan ketiga yang terlontar dari orang Indonesia selalu "kena biaya berapa Dek?". Pertanyaan pertamanya adalah "dari mana?" dan yang kedua adalah "pakai travel apa?" Bahkan ybs belum bertanya siapa nama kita. 
Komponen biaya terbesar dari suatu perjalanan umroh adalah tiket pesawat. Harga tiket saudi airlines Kuala Lumpur-Madinah dan Jeddah-Jakarta saya mencapai lebih dari 50% dari total biaya yang saya keluarkan. Jadi, umroh backpacker berusaha mencari jadwal-jadwal tiket promo dan murah dengan destinasi Arab Saudi.
Saya sendiri kemarin total menghabiskan Rp 18,5 juta ditambah 350rb untuk city tour di Malaysia selama sehari. Dari pengamatan saya di laman fb Hafidz Ubepe, range harga umroh backpacker yang ditawarkan berkisar antara Rp 16 juta hingga Rp 22 juta. Ada juga tambahan destinasi lainnya seperti plus Aqso, plus Turki, atau plus Kairo dengan harga yang tentunya lebih mahal.
Sedangkan biaya untuk umroh reguler pada umumnya lebih tinggi dari range ubepe tersebut.

Apakah umroh backpacker benar-benar tidur di masjid seperti backpacker pada umumnya?

Yang ini bintang 5, bukan di sini ya..hihi
Meskipun tahajud dan berdoa sampai larut malam hingga tertidur di Masjidil Haram itu sangat keren, tapi tidak benar bahwa kita tidak disdiakan tempat menginap yang nyaman. Ubepe menyediakan hotel bintang 3 dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Di Madinah kemarin kami menginap di hotel yang berjarak 3 blok saja dari Masjid Nabawi (150 m) sedangkan di Makkah kami menginap di hotel yang berjarak sekitar 500 meter saja dari Masjidil Haram.

Hotelnya cukup nyaman dengan tempat tidur single bed, air panas, AC dan kebutuhan dasar lainnya. 
Banyak juga teman-teman yang mengkhawatirkan standar hotel di sana. Padahal kan tujuan di sana adalah umroh ya, berlama-lama di masjid dan tidur sedikit di hotel kan lebih bagus ya. Kenapa risau dengan tempat tidur yang hanya sekejap saja?



Makanannya enak nggak?

Makan 3x termasuk fasilitas Ubepe dengan menu Indonesia. Juru masak dan pramu sajinya pun kebanyakan dari Indonesia juga, jadi saya rasa lidah dan perut kita akan nyaman-nyaman saja dengan menu hotel.

Bisa ngga orang tua atau anak-anak ikutan umroh backpacker?

Mas Arifin dan 3 bocilnya
Bisa banget. Dalam rombongan kami kemarin yang jumlahnya 50 orang, ada 3 anak-anak dan beberapa simbah-simbah. Bahkan ada satu orang yang pakai kursi roda. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Yah, yang bawa balita paling lebih capek karena harus gendong sepanjang tawaf dan sa'i. Hihi.

Bagaimana ittenerary nya? Apakah ziarah tempat bersejarahnya lengkap?

City tour yang disediakan oleh Ubepe mencakup Masjid Quba, Jabal Uhud, Kebun Kurma, lewat Masjid Qiblatain dan Masjid Ijabah, museum di sekitar Masjid Nabawi, makam baqi, Jabal Tsur, Jabal Rahmah, melewati Arafah, Musdalifah, Mina, Jabal Qurban, Jabal Nur, Masjid Qishos, dan Masjid Jironah. Saya rasa destinasi tersebut cukup lengkap. 

Kok bisa lebih murah dari umroh reguler? Jangan-jangan penipuan....

Wallohualam, mungkin margin keuntungan yang diambil tidak begitu tinggi bila dibandingkan umroh reguler. Atau ada biaya-biaya yang bisa ditekan. Kalau saya membandingkan dengan umroh yang ibu saya pernah ikuti beberapa tahun yang lalu, perbedaannya, ibu saya dapat tas selempang, tas besar dan koper yang seragam sedangkan Ubepe tidak. Sisanya ya sama saja. 

Semua all in atau ada tambahan tambahan lainnya? Jangan-jangan...

Haish, waspada boleh, suudzon jangan ya... Sepengalaman saya, tidak ada satu riyal pun yang saya keluarkan untuk biaya tambahan di tanah suci. Kecuali kalau lagi penasaran makan di luar hotel ya... Oiya, exclude dari biaya tersebut adalah biaya suntik meningitis, pengurusan paspor (kalau belum punya). Sedangkan biaya tersebut termasuk tiket CGK kembali ke CGK, Visa, City Tour Madinah, Makkah, Jeddah, Mutowif, Catering 3x sehari, Akomodasi dan Transportasi, Buku Doa, dan Zam-zam 5 liter.

Waktu terbaik di sana kapan? Berapa hari?

Masjid Quba, dingin brrr...
Kalau tidak salah hitung, kemarin 4 hari Madinah, 4 hari Makkah, 2 hari perjalanan, dan 1 hari transit KL. Sedangkan untuk waktu terbaik, hmmm, semua waktu baik kali yah... lebih cepat lebih baik. Hihi.

Desember katanya dingin? Katanya ramai? Katanya lagi renov?

Betul bahwa musim dingin di Saudi jatuh di medio Oktober- Januari. Betul bahwa musim libur panjang, jamaah umroh relatif lebih banyak, dan betul bahwa lantai bawah tempat tawaf (Mataf) sedang ditutup hampir setengahnya untuk renovasi sumur zam-zam sehingga putaran tawaf lebih padat merayap. Alhamdulillah, mudah-mudahan Allah mengganjar perjuangan lebih berat dengan pahala yang lebih banyak.

Apakah masih bisa wisata belanja?

Secara keseluruhan sama saja. Di sana tersedia banyak tempat belanja oleh-oleh juga dan (sayangnya) ada mesin atm yang bisa tarik tunai dengan atm Indonesia berlogo master atau visa.

Bagaimana kesan keseluruhan?

Nyaman, menyenangkan, dan bikin rindu kembali lagi. 

Apa lagi ya...
Hmm, saya rasa cukup, barangkali ada yang perlu ditanyakan bisa melalui corat coret di kolom komentar ataupun kontak langsung ke Mas Hafiz dan Mbak Sari. Keduanya insyaAllah fast response.
Terakhir, semoga ada manfaatnya.
.
Do'a do'a do'a. Semoga kita semua segera dipanggil ke Baitullah.

No comments:

Post a comment