Monday, 17 December 2012

Boro Rafting, Wonosalam

Ketika dapat kabar akan ada acara kantor berupa rafting, saya antusias sekali. Pasalnya, seumur-umur saya belum pernah mencobanya (ini jika wahana arung jeram di DuFan, Ancol dulu tidak dihitung).

di basecamp
Sabtu 15 Desember pukul tujuh pagi kami berangkat dari kantor di Jalan RA Basuni Mojokerto. Melaju melalui Jalan Nasional Surabaya-Jombang dan berbelok di pertigaan Jatirejo. Kemana kita? Ke “BoroEco Adventure” (0321 4154141) yang (menurut papan reklame-yang hampir roboh) menyediakan beragam paket wisata seperti arung jeram, jelajah hutan, wisata desa, home stay, outbond, paintball, super camp, dan adopsi pohon.

Sejam kemudian, setelah melewati jalan sempit dengan vegetasi hutan jati di kanan kiri, kami sampai lokasi (Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kec. Wonosalam, Kab. Jombang). Panitia telah memilih paket arung jeram. Seperahu, empat penumpang plus satu guide.

kok kembang?
karena pas rafting gak bw kamera
Menuju tempat start, kami harus berjalan kurang lebih 1,5 km membelah hutan. Jalannya menurun dan licin bekas hujan. Sesekali kami berjumpa pohon durian, tanaman khas yang menjadi ikon Wonosalam. 20 menit, sampailah di Sungai Boro. Entah, apa artinya Boro, yang jelas (kata guide) sungai ini berhulu di Gunung Arjuna yang terlihat cantik sekali pagi itu.

Jangan berharap tidak basah kalau ber-arung jeram. Sekalipun Anda tidak jatuh sama sekali dari perahu, di tiap pos rest area, kita bakal disambut taburan bunga air sungai dari peserta lain yang tiada henti sampai rombongan perahu korban lain tiba. Kasian rombongan terakhir, sambutannya pun lebih meriah.


Para Guide, lecet semua
Jalur rafting sendiri tidak banyak jeram dan boom nya. Yang banyak malah batunya sehingga berkali-kali perahu kami nyangkut. Gimana kalau musim kemarau ya? Sayangnya saya tidak bawa kamera selama mengarung sungai. Sulit mendeskripsikan nama-nama/topografinya, apalagi bagi saya yang belum pernah ikut klub Pecinta Alam. Pemandangan sekitar? Superb! Flora khas pegunungan menemani 3 jam perjalanan kami yang memanjakan mata.

Kami menyusuri sekitar 8 km sungai penuh batu dengan 2 rest area (KM 4 dan KM 8). Kata guidenya, kami start di air terjun xxx (lupa), dan berakhir di air terjun sigolo-golo, Dusun Sidolegi (tapi saya tidak melihat kedua air terjun itu :3). Menariknya, di tengah perjalanan, kami bisa melihat tempat wisata Goa Sigolo-golo dari bawah (FYI, Goa Sigolo-golo terkenal sebagai tempat pacaran muda-mudi >> ish, makin banyak setannya tuh Goa).

Sama seperti berangkat, pulangnya kami menaiki bukit 1,5 km lagi. Yap, kali ini menanjak. Pick up siap mengantar kami ke Base Camp yang sudah tersedia nasi jagung lengkap dengan sejolinya berupa ikan asin dan sambal. Sedap!

Biaya: (kurang tau, katanya) Rp 125.000,00 per orang

dokumentasi: panitia


 Diambil dari situs orang
    

2 comments:

  1. Sandaaa,...teganya!! Nampak punggung hiks, padahal aku punya softkopi fotonya lho, sayang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. huaaa, ini kan postingnya daridulu, sebelum foto2nya dishare di jaringan kantor Mba... Jadi ya alakadarnya fotonya. :))) maap.

      Delete