Tuesday, 4 December 2012

Backpacking Gunungkidul (2)

Dari Gua Pindul, kami cari masjid untuk sholat jumat di daerah Semanu. Usai sholat jumat, kami terus saja ke arah selatan menuju Pantai Selatan (logikanya, toh Pulau Jawa batas selatannya adalah laut). Belum kami putuskan ke pantai apa. Yang jelas nanti malam kami harus camp di pantai. Ternyata, kenyataan tak seindah peta. Di peta, toh gambarnya lurus saja dan terlihat dekat. Hal ini diperparah dengan simpang siurnya jawaban setiap penduduk yang kami tanya.
Lahan rumput laut Wediombo
Ini pantai terbaik untuk liahat sunset
bentuknya menghadap barat sih

reuni 3U. kangen kampus. ><
Naik turun bukit kapur dan karang bervegetasi jati yang rasanya tak habis-habis (konon sih dulu Gunungkidul adalah daerah yang terendam air laut, jadi batu-batuannya mirip karang di laut). Serius ini sangat menguji kesabaran. Untung jalannya (meski agak sempit) tapi sudah diaspal bagus plus cukup banyak penjual bensin eceran di tepi jalan.

"Pantai"
sebagian besar orang memfavoritkan
pantai yg berpasir
Wediombo, kami putuskan ke pantai paling timur dari Kabupaten Gunungkidul ini. Di peta, sedikit saja ke timur lagi sudah Kab. Wonogiri Jateng lho.

Dari atas, finally I find the sea
Bentuknya teluk yang lebar. Di internet, banyak saya jumpai foto perahu berjajar sedang parkir di sepanjang pantai. Seperti sebagian besar karakteristik pantai di Jogja, gugusan karang bertebaran di pantai yang memecah ombak sehingga ketika sampai darat, ombaknya kecil-kecil. Kemudian di daratannya ada pasir putih. Di sana kami temui banyak petani rumput laut yang tinggal cabut saja di sepanjang karang. Ada juga beberapa pemancing yang memancing di tengah ombak ganas dan dari atas bukit karang.

Ceruk2 di Siung
Selanjutnya, kami menuju Siung. Pantainya relative lebih ramai dan sempit daripada Wediombo. Diapit dua bukit karang yang menjadi primadona para pemanjat tebing. Katanya beberapa waktu lalu diadakan lomba panjat tebing nasional di sana. Katanya (lagi) dinamakan Siung karena memang ada sebuah batu karang besar yang berbentuk suing. 
Susur tebing, mirip adegan laskar pelangi yak? =)

Kami mencoba menyusuri (bukan memanjat lho ya…) salah satu sisi tebing. Hati-hati ya, banyak bulu babi di sepanjang lubang karang. Karangnya pun tajam-tajam siap menambah luka di kaki Anda.  
"Siung"nya

Menginap di sini? Masih pukul lima sore. Kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan mencari pantai  lain untuk menikmati matahari terbenam. Pantai apa? Entahlah, kami juga belum ada yang tahu, jalan saja. Terpenting ada bensin, destinasi selanjutnya? Aman.    







You might also like:

No comments:

Post a comment