Thursday, 1 December 2011

Hari 3: Dreamland Beach


Meninggalkan Pura Luhur, kami menuju pantai dreamland pukul 15.00 WITA.

Dreamland.
“Once a remote surf break, Dreamland, as it’s commonly known, is now a trendy scene. Reached by passing through the vast development of Pecatu Indah, this perfect cove of beach is surrounded by cliffs.” (lonely planet page 131).

Perjalanan hanya sekitar 30 menit. Memasuki kompleks real estate Pecatu Indah, kami tidak dikenai charge sepeserpun. Hanya ada pemeriksaan tas dengan metal detector. Di dalamnya, ada perumahan pribadi, padang golf, dan restoran. Saya bayangkan, betapa bahagianya hidup orang-orang yang tinggal di Bali pada umumnya, dan Pecatu Indah Resort pada khususnya. Bahwa tiap hari bisa sekedar jogging ke pantai atau menghirup suasana wisata seperti saat itu adalah anugrah besar yang patut disyukuri. Bersyukurlah pak Made dan bu Kadek (wah, muncul lagi mereka! Ternyata mereka pasangan suami istri lho #banyolan maksa).
Loncat-loncat, apa deh maksudnya...

Sesampainya di pantai, kami foto-foto lagi. Mulai dari pose duduk, jongkok, berdiri, loncat, sampai nungging pun ada. Dari ekspresi narsis-minta-ditonjok, sok cool-gak ngelihat-kamera, sampai wajah memelas ingin difoto telah kami coba.

Masih cerah, dan makin terbakar lah muka kami.     

Di pantai ini ada banyak cerukan tebing-tebing, dan di sanalah, beberapa insan yang tidak terlalu suka air laut, bersembunyi melihat aksi para peselancar yang banyak bertebaran di laut menantang ombak gede-gede. Ada Ahmad, Sinaga, Lia, Dio, dan Saya. Lainnya bermain-main dengan ombak. Bahkan Ryan pun mandi telanjang dada.

Oh ya, Dreamland di papan-papan penunjuk jalan dinamakan “New Kuta Beach”. Nggak tahu maksudnya apa. Kalian tahu? 

Next Story:

Garuda Wisnu Kencana
Sensasi Jogging di Kuta
Toya Bungkah, Global Geopark
Last Day in Sanur and Tanah Lot

No comments:

Post a comment