Thursday, 28 July 2011

In Memoriam (28 Juli 2007-28 Juli 2011)

Erwin Ardianto, 26 Januari 1990-28 Juli 2007

Dia ke mushola bersamaku,
Dia les bersamaku,
Dia naik angkot (hampir selalu) bersamaku,
Dia sebangku denganku ,
Dia selalu mengikuti menu pesananku,
Motorku baru berwarna oranye, dia pun juga,
Kacamataku baru, seminggu kemudian ia juga,


Kupikir, kami tidak mirip,
tapi guru kami, penjual mi ayam depan sekolah kami, penjual mi ayam depan sekolah tetangga, dan penjual mi ayam yang jauh di sana pun selalu bertanya "kembar ya?"

Aku tidak menangis seperti sebagian besar teman hari itu,
Aku juga tidak pingsan seperti beberapa yang lainnya.
Aku tak tahu harus melakukan apa.

Sebulan setelah kepergianmu, wali kelas kita berkata kalau beliau memang sengaja selalu meletakkan kita di kelas yang sama, karena beliau tak yakin apakah kita bisa dipisah.

Tentu saja Alloh bisa...

Semoga kita kembali bersama-sama ke tempat dimana kita semua berasal.

PS: sekarang ibu bapakmu menganggapku sebagai putranya dan aku tak pernah melewatkan ke rumahmu kalau libur pulang kampung selama 4 tahun ini.

No comments:

Post a comment