Friday, 12 June 2020

Berwisata dan Belajar dari Kars Nusantara


Wikipedia menyebutkan bahwa Kars adalah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan yang kebanyakan terdiri atas batu gamping. Kars di Indonesia mencakup luas sekitar 15,4 juta hektar dan tersebar hampir di seluruh Indonesia.

Wilayah Kars menjadi menarik karena biasanya vegetasi dan kontur tanah di daerah kars berbeda dengan dataran subur lainnya. Selain itu ekosistem kars terkadang memiliki gua, air terjun, dan aliran sungai bawah tanah. Beberapa wilayah kars di Indonesia telah dikelola dengan sangat baik bahkan beberapa di antaranya telah menyandang status Geopark Global Unesco seperti Pegunungan Sewu dan status Geopark Nasional seperti Perbukitan Maros Pangkajene.

Gunungkidul

Geopark Global Unesco Pegunungan Sewu terdiri atas tiga wilayah geosite: Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan. Secara luas, taman bumi ini membentang seluas 1.802 km2 dari Bantul hingga Tulungagung. Di Gunungkidul sendiri terdapat 13 lokasi geosite: Gua Pindul, Gua Jomblang, Gua Kalisuci, Gunung Api Purba Nglanggeran, Lembah Ngingrong, Bengawan Solo Purba, Hutan Turunan, Hutan Wanagama, Pantai Wediombo/Siung, Pantai Baron/Krakal, Situs Fosil Kalingalang, Luweng Cokro, dan Goa Jlamprong.
Goa Pindul, tempat edukasi dan rekreasi di Global Geopark 
Ketigabelas tempat tersebut rata-rata memiliki akses dan pengelolaan yang sangat baik. Anda dapat menyewa mobil atau motor dari penginapan maupun stasiun/bandara di Kota Yogyakarta. Masing-masing tempat menyuguhkan atraksi wisata yang menarik untuk dieksplor seperti jelajah gua vertikal di Gua Jomblang, cavetubing (naik ban melalui aliran sungai bawah tanah) di Gua Pindul dan Gua Kalisuci, berkemah di tepi pantai selatan, atau pendakian santai ke embung Nglanggeran di gunung api purba Nglanggeran. Meskipun aktivitas di ketigabelas objek tersebut sangat menarik tetapi jangan sampai lupa untuk menikmati indahnya Kars yang menakjubkan di sekeliling objek tersebut.

Rammang Rammang Maros

Tempat ini terletak tidak jauh dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan. Dari bandara, kawasan Kars ini berjarak sekitar 29 km dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 50 menit saja.
Breathtaking view of Rammang-Rammang
Setelah sampai di dermaga rammang-rammang, pilihan untuk menggapai tempat-tempat wisata di sini hanya satu: menggunakan perahu. Terdapat persewaan topi anyaman bambu yang membantu kita terhindar dari terik sinar matahari. Dari atas perahu, nahkoda harus cermat mengarahkan kemudi agar lambung kapal tak tergores bebatuan kars yang mencuat dimana-mana dari dalam air. Anda tak akan berhenti berdecak kagum di sepanjang perjalanan! Perahu bagai menyusuri sungai di dalam hutan kars. Rimbun bakau dan nipah memagari di kiri dan kanan.

Anda dapat memilih beristirahat sejenak untuk makan atau menginap di Eco Lodge, pondok penginapan di tengah hutan kars dengan pemandangan sawah yang terbentang luas di antaranya. Penginapan ini didominasi dari bahan kayu yang menyatu alami dengan kehijauan sekitar.

Anda bisa melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya Desa Berua yang terletak di tengah perbukitan kars. Desa ini hanya ditinggali beberapa keluarga saja. Dari desa ini anda bisa berjalan kaki ke objek menarik lain seperti taman batu, telaga bidadari, leang (gua) cadang, lea, pettae dan leang prasejarah lainnya. Gua-gua di sini adalah laboratorium dari para paleontologi dunia.

Bukit Jaddih, Madura

Berbeda dengan kedua kars sebelumnya yang merupakan geopark alami yang dilindungi, Bukit Jaddih adalah bekas penambangan kapur perusahaan di Kabupaten Bangkalan. Terletak tak jauh dari Jembatan Suramadu, Bukit Jaddih menawarkan keindahan kawasan kars yang telah dikeruk dan dibentuk di banyak bagian oleh manusia/mesin.
Goa Pote, Bukit Jaddih Madura
Ada beberapa tempat menarik di Bukit Jaddih seperti gua pote, telaga, dan kolam renang buatan. Gua pute merupakan gua kars sisa penambangan yang berbentuk lorong dan ruangan berdinding kapur putih. Bagi milenials, tempat ini sangat instagramable.

No comments:

Post a comment