Thursday, 1 October 2015

Pulau Semak Daun, Pelarian Penatnya Jakarta


dermaga Pulau Semak Daun
Berlari ku ke pantai, kemudian teriak ku...


Salah satu puisi dalam drama laris Ada Apa Dengan Cinta (2004) tersebut saya pilih karena layak menggambarkan kebutuhan warga ibukota yang setiap hari harus berkutat, hampir dua puluh empat jam, dengan macet, polusi, banjir (atau kekeringan seperti saat ini), dan berbagai problematika hidup di kota yang waktunya berjalan sangat cepat ini. Stress begitu mudah menghinggapi penduduk kota ini.

Tak heran, ketika akhir pekan, ribuan orang Jakarta berbondong-bondong mencari hiburan baik itu di dalam maupun luar kota. Stasiun, Terminal, dan Bandara tak pernah sepi ketika akhir pekan. Jika disurvey, kami (warga Jakarta) mungkin memiliki anggaran terbesar yang dialokasikan untuk jalan-jalan mengurai stres selama hari kerja dibanding warga kota lain di Indonesia. Meski demikian, tetap saja, banyak warga Jakarta mengatakan diri mereka "kurang piknik", nah lo.

Berlari ke pantai? dimana ada pantai di Jakarta? Ada.

Salah satu alternatif untuk menemukan pantai yang bisa dipakai teriak adalah di Kab. Kepulauan Seribu, DKI Jakarta (catat, masih provinsi DKI lho). Untuk menuju ke sana ada beberapa cara, salah satu yang biasa dipakai oleh traveler kantong pas-pasan adalah dengan menumpang kapal kayu dari Pelabuhan Muara Angke. 
Di pelabuhan yang ramai ini, Anda bisa berbelanja ikan untuk dibawa ke Pulau guna masak-memasak. Dulu kami serombongan besar membayar Rp 100.000 dan sudah mendapatkan dua kotak sterofoam dengan berkilo-kilo udang, ikan merah, dan cumi. 

welcome to the bridge, bringing you into joy
Dari Pelabuhan Muara Angke, kalau tidak salah, Anda bisa membayar Rp 35.000 untuk menuju Pulau Pramuka (Ibukota administratif Kab. Kepulauan Seribu) dengan menumpang kapal kayu berpenumpang ratusan atau entahlah. Lama perjalanan selama kurang lebih 2 jam ditempuh dengan kekhawatiran akan jumlah jaket pelampung yang jumlahnya kurang dari jumlah penumpang. Ombak yang cukup besar juga cukup menakutkan bagi saya yang tak pandai berenang ini.

Dari pulau Pramuka biasanya perjalanan dilanjutkan dengan menyewa perahu yang kapasitasnya sekitar 20 orang saja ke pulau-pulau yang lebih jauh. Saya lupa persisnya berapa biaya sewa perahu tersebut karena waktu itu perginya bersama rombongan trip yang menawarkan harga paket. Tips: pergilah beramai-ramai agar bisa menghemat sharing cost kalian.
Harga sewa perahu kadang ada yang termasuk sewa alat snorkeling. Sistemnya, mereka akan mengantar ke pulau yang dituju, mengantar ke pulau-pulau sekitar (hoping island), dan mengantar ke spot-spot terbaik untuk menyelam.

Pulau Semak Daun

Entah kenapa pulau ini dinamai demikian, yang jelas memang terdapat beberapa semak pepohonan yang melindungi pengunjung dari teriknya matahari siang di tengah laut. Di tengah pulau ada satu warung yang menjual air bersih dan makanan yang harganya terpapar inflasi hebat. Mahal! Kalau mandi, cukuplah air sumur yang meski asin juga, tetapi lumayan bersih. Kamar mandi ada, tapi airnya mesti nimba sendiri ya...
semak-semak, lalu ada dedaunan
mungkin itu alasan dinamakan semak daun
Jika Anda beruntung, pulau ini relatif sepi dari keramaian. Pengunjung harus membawa tenda sendiri kalau mau menginap di sana. Di tengah semak dedaunan, dirikan tenda dan nyalakan api unggun untuk memanggang cumi dan udang bekal kita. Hmm, stress killer banget ya...

Di salah satu ujung Pulau ini terdapat perairan landai yang bisa digunakan untuk berkano santai. Di ujung lainnya, tanaman bakau yang baru ditanam adalah lokasi foto yang indah.

Oya, sebetulnya trip rombongan biasanya tak banyak menghabiskan waktu di Pulau ini sih. Karena kebanyakan langsung hoping island atau pergi menyelam. Paket trip wisata yang sharing cost bisa dipilih apabila tak mau ribet. Kemarin saya 2 hari 1 malam di harga Rp 250.000 all in. 

Terpenting, jangan lupa bawa kembali sampah Anda. Jaga agar pulau-pulau yang menyenangkan itu tetap menyenangkan esok, lusa, dan seterusnya. 


Salam,


-pnsbackpacker yang sedang tugas belajar- 
-sedang di perpustakaan menunggu istri selesai kuliah-

easy?



No comments:

Post a comment